PENGUMUMAN

Tuan empunya blog ini Ust. Abidin Bin Umar telah kembali ke rahmatuLlah pada 2 Januari 2010 pada pukul 6.05 pagi. Sedekahkan Al-Fatihah buat beliau.. Al-Fatihah..

Bookmarks @ Beritahulah Kawan Tentang BLOG INI

Bookmarks @ Beritahulah Kawan Tentang BLOG INI
Right Click-Open Link in New Tab/Window

BEBERAPA HADITH NABI S.A.W MENGENAI KELEBIHAN MEMBACA AL-QURAN ATAU SURAH-SURAH TERTENTU

BEBERAPA HADITH NABI S.A.W  MENGENAI KELEBIHAN MEMBACA AL-QURAN ATAU SURAH-SURAH TERTENTU
1- Diriwayatkan daipada Abu Umamah ra, katanya: Aku medengar Rasulullah S.A.W. bersabda: (Terjemahan): “Bacalah Al-Qur’an kerana dia akan datang pada hari Kiamat sebagai juru syafaat bagi pembacanya.” (Riwayat Muslim) 2- Barangsiapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang, tidak menegah akan dia daripada masuk syurga kecuali maut. 3- SURAH AL-DUKHAN Sabda Rasulullah S.A.W. "Barangsiapa membaca surah Ad-Dukhan di waktu malam maka meminta ampun baginya 70,000 Malaikat di waktu pagi."(H.R. al-Tirmidzi) 4- SURAH AL-MULK Sabda Rasulullah S.A.W. Barangsiapa membaca Surah Al-Mulk sebelum tidur nescaya Allah SWT akan membebaskannya dari azab kubur. 5- Barangsiapa membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak 10 kali Allah SWT akan membangunkan untuknya sebuah istana di syurga.

MESTI BACA !!!- MESTI BACA !!!- MESTI BACA !!!

H1N1 - Malaysia ditangga teratas?
BARU....GEMPAR....HANGAT!!! BACA-TONTON-SIBAR!!!
Teoh mati dibunuh UMNO! Terkini Meletop!!!
Tsu Koon tempelak KP SPRM isu kematian Teoh Beng H...Paling baru!!!
Pegawai SPRM sarankan Teoh rasuah dan dibunuh rakan.. Baru!!!
"Surat Misteri" - Pendedahan Baru Inkues Teoh Beng Hock-Video!!!
"SURAT MISTERI" berkaitan konspirasi SPRM dan Khir Toyo..
PANAS-Video Teoh Beng Hock tortured before death Saksikan!!!
LIVE : Inkues kematian Teoh Beng Hock 17/09/09
GAMBAR : Beza mayat Jatuh Bangunan Tingkat 16 & 14.

KHAS SEMPENA HIMPUNAN MANSUH ISA
TENGOK KOLEKSI GAMBAR - HIMPUNAN MANSUH ISA Jom!!!
KOLEKSI GAMBAR GMI-Malaysiakini!!!

!!!GEMPAR-GEMPAR-GEMPAR!!!
Tayangan Video TERKINI dan Hangat...!!!
Yusri buat penjelasan atas pentas PAS-Video..Panas!!!
Benarkah Pemimpin UMNO Kafir Walau Bersolat ???
Mufti HARAM Berpolitik-Demi Umno@BN WAJIB..???

TOPIK HANGAT SAHAJA!!!

LUAR NEGARA:


POLITIK MALAYSIA:

Siapa kata KELANTAN MUNDUR??? tak ada baca ka...??
Kod BABI-Dalam Makanan... Baca Cetak Edar!!!

Sabtu, Mac 14, 2009

Hamas: Pertemuan Kairo Berlanjut, Persyaratan Fatah Buat Suasana Negatif


Hamas: Pertemuan Kairo Berlanjut, Persyaratan Fatah Buat Suasana Negatif
[ 14/03/2009 - 09:17 ]
Salah Satu Suasana Dialog Nasional Palesitna di Kairo, Mesir

Kairo – Infopalestina: Gerakan Hamas memperingatkan bahwa persyaratakan apapun dari gerakan Fatah atas jalanan dialog dan program pemerintah bisa membuat suasana negatf dialog Kairo. Demikian juga menghindari masalah terkait dengan penangkapan politik di Tepi Barat.

Jurubicara Hamas Fauzi Barhum dalam pernyataan tertulis, Jum’at (13/03) malam mengatakan, “Pertemuan Kairo berlanjut. Komisi-komisi masih melakukan pertemuan. Semua persoalan, perincian dan tema-tema masih diusulkan di meja dialog untuk dibahas sesuai dengan persetujuan para peserta di masih-masing komisi.”

Namun dia menyatakan, “Masih ada beberapa persyaratan dari gerakan Fatah atas program pemerintah mendatang. Seperti komitmen-komitmen PLO, yang mencakup pengakuan terhadap “Israel” dan persyaratan tim kuartet. Hal ini yang ditolak gerakan Hamas.”

Dia menegaskan sikap gerakan Fatah ini bisa menciptakan suasana negatif bagi dialog Kairo. Menurutnya, rekonsiliasi nasional tidak butuh pada agenda luar. Tidak membutuhkan pengakuan terhadap Israel. Namun yang harus didiskusikan adalah kerangka nasional dan agenda nasional Palestina, serta apa yang mengakomodasi kepentingan bangsa dan bukan dengan standar Amerika, Israel atau pihak luar.

Barhum juga menyatakan ada upaya dari pihak gerakan Fatah untuk menghindar dari masalah tahanan politik di Tepi Barat dan lari dari apa yang dijanjikan gerakan Fatah di depan Mesir dn faksi-faksi Palestina pada 26 Februari lalu mengenai pembebasan seluruh tahanan politik.

Barhum mengatakan, sampai detik ini sudah ada yang dibebaskan. Namun pada saat yang sama terjadi penangkapan dalam jumlah lebih banyak dari jumlah yang dibebaskan. Hal ini bisa mengganggu suasana dialog yang sedang berlangsung di Kairo.

Fatah, ungkap Barhum, juga menolak pembentukan referensi tinggi nasional sementara yang mensuvervisi pemilihan kembali Dewan Nasional Palestina yang barun saat usainya masalah PLO. Penolakan Fatah ini dinilai tanpa alasan. Karena faksi-faksi Palestina telah sepakat dengan Hamas atas usulan ini.

Barhum mengatakan, semua pihak harus mencurahkan upaya dan usaha untuk melewati semua perbedaan ini, agar bisa sampai pada kesepakatan seputar persoalan-persoalan sulit dan rumit. Hal ini membutuhkan upaya, membutuhkan waktu dan membutuhkan kepercayaan timbal balik. Juga perlu menjauhkan agenda luar yang dipaksanakan kepada bangsa Palestina dan pada jalannya dialog. (seto)

Bantuan Amerika dan Barat untuk Menggagalkan Dialog Kairo


Bantuan Amerika dan Barat untuk Menggagalkan Dialog Kairo
[ 14/03/2009 - 09:11 ]

Gaza – Infopalestina: Para pengamat tidak terkejut dengan tuntutan faksi-faksi dan tokoh Palestina untuk membebaskan diri dari “peerbudakan” dana dan bantuan yang diberikan Amerika dan Negara-negara Barat kepada otoritas Palestina di Ramallah. Dana dan bantuan ini dianggap sebagai penghalang utama tercapainya kesepakatan Palestina.

Tuntutan ini datang setelah pernyataan para diplomat Amerika yang dikutip kantor berita Reuters yang menyebutkan bahwa Amerika bisa membekukan bantuannya kepada otoritas di Ramallah, apabila Mahmud Abbas dan gerakan Hamas membentuk pemerintah persatuan yang tidak mengakomodasi persyaratan Amerika dan syarat-syarat tim kuartet internasional. Juga setelah pernyataan Menlu Amerika Hillary Clinton pekan lalu dengan inti yang sama.

Wakil Ketua Fraksi Hamas di Parlemen Palestina, Dr. Yahya Musa meminta untuk membebaskan diri dari bentuan dana yang diberikan Amerika. Dia menuduh Washington berupaya membagi bantuan ini untuk mengukuhkan perpecahan internal Palestina dan membebaskan penjajah Zionis Israel dari tanggung jawabnya.

Musa mengaitkan antara meninggalkan bantuan ini dengan keberhasilan dialog di Kairo. Dalam pernyataan kepada koran Arab Saudi al Syarq al Awsath, Jum’at (13/03), Musa mengatakan, “Meninggalkan bantuan Amerika adalah kondisi terpenting yang membantu keberhasilan sidang-sidang dialog yang sedang berlangsung di Kairo.” Dia menegaskan bahwa bangsa Palestina mampu mengatasi masalahnya tanpa bantuan Amerika yang dijadikan alat mengukuhkan perpecahan internal Palestina.

Dia menyatakan ada kepentingan Amerika yang jelas dengan tetap membiarkan perpecahan terjadi di internal Palestina. Karena akan memberi kemudahan bagi Washington untuk melanjutkan campur tangannya pada urusan Palestina yang bisa membantu kepentingan Negara Zionis Israel.

Senada dengan Yahya Musa, seorang profesor ilmu politik di Universitas "an Najah" di Nablus, Dr. Abdul Sattar Qassem, menyatakan jika faksi-faksi Palestina ingin menyukseskan dialog nasional denga lebih cepat dan lebih kuat, mereka harus melepaskan diri dari penjajah Zionis dan mencari sumber dana lain.

Qassem mengatakan, "Selama kita mengambil gaji dari negara-negara Barat maka kita tidak akan mencapai kesepakatan. Karena syarat pengucuran dana kepada otoritas Palestina adalah supaya faksi-faksi Palestina tidak bersepakat.” Dia menegaskan bahwa dana ini menjadi penghalang pertama dalam penandatanganan kesepakatan Palestina apapun.

Dia menambahkan, "Jika ingin mencapai kesepakatan dengan cepat, dan kesepakatan ini bisa berlaku jangka panjang dan lebih gigih, maka kita harus berpikir tentang sumber dana lain. Kita harus membebaskan diri dari perbudakan keuangan. Kita harus melepaskan diri dari Zionis. Karena kita tidak dapat bersepakat atas dasar tuntutan Zionis, Palestina di bawah arena beban tekanan eksternal, dan Barat selalu menganca: jika tercapai kesepakatan maka kami tidak akan memberi anda dana."

Qassem mengungkapkan optimisme waspada terhadap kemungkinan keberhasilan dialog nasional. Dia beralasan pada pernyataan yang dia dengar sebelumnya dari para petinggi Palestina yang menegaskan komitmen pada sikap-sikapya yang mengatakan, “Jika masalahnya demikian, maka kesepakatan masih jauh dari yang diharapkan. Bila pun tercapai, maka akan menjadi seperti kesepakatan Mekah, tidak akan berlangsung lama." (seto)

Perlawanan Rakyat Tolak Syarat Komitmen pada Perjanjian PLO


Perlawanan Rakyat Tolak Syarat Komitmen pada Perjanjian PLO
[ 14/03/2009 - 09:26 ]

Kairo – Infopalestina: Komite Perlawanan Rakyat Palestina menegaskan menolak syarat agar pemerintah Palestina mendatang komitmen pada perjanjian-perjanjian yang ditandatangani PLO. Menurutnya, cukup hanya dengan menghormati perjanjian-perjanjian tersebut.

Jurubicara Komite Perlawanan Rakyat yang juga anggota delegasi komite di dialog Kairo, Abu Mujahid, dalam pernyataannya dari Kairo, Jum’at (13/03) malam, mengatakan, “Ada beberapa hambatan yang dihadapi komisi pemerintah. Khususnya yang berkaitan dengan program politik dan pengakuan pemerintah baru nanti dan komitmennya pada kesepakatan-kesepakatan yang ditantangani PLO. Hal ini tidak bisa diterima. Karena kita tidak mungkin tunduk pada persyaratan luar, khususnya tim kuartet internasional.”

Dia menambahkan, “Ada formula lain yang mengatakan pernghormatan pada kesepakatan-kesepakatan PLO tanpa persyaratan harus komitmen padanya. Ini bisa menjadi formula yang diterima dan menjadi jalan keluar dari kebuntuan ini.”

Abu Mujahid menegaskan ada sejumlah persoaln yang sudah berhasil dicapai. Sebagian yang lain masih ada hambatan yang oleh semua pihak diupayakan untuk dicapai kesepakatan untuk rekonsiliasi Palestina.

Dia menjelaskan perkara-perkara penghambat yang dihadapi komisi-komisi dialog Kairo. Khususnya yang berkaitan dengan system politik di komisi pemerintahan dan dewan nasional di komisi PLO. Masalah ini akan dibahas jalan keluarnya dengan formula yang memuaskan semua pihak yang berdialog.

Abu Mujahid menegaskan semua pihak berniat untuk menyukseskan dialog ini, khususnya gerakan Hamas dan Fatah. Mereka ingin mengakhiri perpecahan dan keluar dengan kesepakatan yang melindungi hak-hak dan prinsip-prinsip Palestina, juga melindungi perlawanan. Dia menilai dicapainya kesepakatan dan diakhirinya perpecahan adalah hal yang harus. Menurutnya, kerja komisi-komisi di dialog Kairo tidak terikat dengan waktu tertentu. Semua pihak merasa tidak tertekan oleh factor waktu. Namun yang harus terjadi adalah kesepakatan yang menyenangkan rakyat Palestina dan memperkuat persatuannya. (seto)

Balawi: Berita Tentang Ruhi Fatuh Aneh dan Memicu Kecemasan


Balawi: Berita Tentang Ruhi Fatuh Aneh dan Memicu Kecemasan
[ 14/03/2009 - 09:07 ]
Ruhi Fatuh, Mantan Ketua Parlemen Palestina

Ramallah – Infopalestina: Anggota Komisi Central Fatah, Hakam Balawi kaget dengan berita yang menyebutkan bahwa Ruhi Fatuh, mantan ketua Parlemen Palestina, bebas dari tuduhan penyelundupan telepon genggam setahun lalu. Dia menyebut dalam pernyataannya, Jum’at (13/03), hal itu sebagai hal yang aneh dan memicu kecemasan.

Balawi mengungkapkan Komisi Central Fatah menghormati dan mendukung supremasi hukum dalam memperjelas kebenaran dan melindungi hak-hak rakyat dan individu.

Dia menegaskan bahwa Fatah dan seluruh institusinya akan memperlakukan kasus ini atas dasar: pernghormatan pada kebenaran dan melindungi individu, termauk para terdakw, dan supremasi hukum. Dia memberikan apresiasi pada upaya yang dilakukan dinas keamanan untuk kebangkitan gerakan dan keberhasilan konferensinya yang keenam, serta mengembalikan reputasi jujur yang berhak disandang gerakan Fatah yang memiliki sejarah nasional yang panjang.

Pada 19 Maret 2008, Zionis Israel menyatakan telah menyita 2000 telepon genggam di dalam mobil mantan ketua parlemen Palestina Ruhi Fatuh. Kala itu Israel mengatakan bahwa otoritas bea cukai menyita di dalam mobil mantan ketua parlemen Palestina Ruhi Fatuh 2000 telepon genggam yang diselundupkan dari Yordania ke tanah Palestina. Pernyataan itu berdasarkan pengakua sopir mobil Ruhi Fauh yang ditangkap.

Kala itu radio Israel mengomentri bahwa otoritas bea cukai telah menyita telepon genggam dan membiarkan Fatuh untuk lewat. Namun pihak otoritas bea cukai Israel sedang mempelajari kemungkinan penarikan identitas (VIP) yang dimilikinya sehingga bisa lewat tanpa hambatan. (seto)

Barhum: Kami di Depan Kesempatan Sesungguhnya untuk Rekonsiliasi


Barhum: Kami di Depan Kesempatan Sesungguhnya untuk Rekonsiliasi
[ 14/03/2009 - 09:28 ]

Gaza – Infopalestina: Jurubicara gerakan Hamas Fauzi Barhum menegaskan bahwa gerakannya datang ke Kairo dengan dada yang lapang, hati terbuka serta tekad dan kegigihan atas perlunya keberhasilan dialog ini. Demi merealisasikan tujuan-tujuan bangsa dengan rekonsiliasi nasional, mengakhiri perpecahan internal, memperkuat fron internal dan menata rumah tangga internal Palestina. Dia menjelaskan bahwa tujuan dari dialog ini adalah mencapai rekonsiliasi nasional.

Barhum menjelaskan, “Semua hari ini di depan kesempatan kesempatan sesungguhnya untuk merealisasikan rekonsiliasi Palestina yang dimediasi Mesir dan dipantau Arab.” Dia menyatakan adanya kesulitan, masalah dan perbedaan sudut pandang seputar sebagian persoalan utama. Namun dia menilai ini sesuai yang alami. Untuk itulah semua pihak ada di Kairo.

Mengenai apa yang terjadi di Kairo, Barhum mengatakan, “Perbedaan masih terjadi pada sebagian persoalan yang diusulkan seperti program pemerintah dan apa yang diusulan gerakan Fatah dalam program pemerintah mengenai komitmennya pada kesepakatan-kesepakatan yang ditandatangani PLO.” Dia sana masalah lain yang berkaitan dengan prosedur pembentukan dewan nasional Palestina yang baru dan tugas dewan ini. Ada persoalan utama lainnya yaitu komisi central pemilu yang akan menyelenggarakan pemilu Palestina mendatang.

Dia menjelaskan, “Masalah rumit yang masih mengganggu jalannya dialog adalah masalah penangkapan politik. Hamas menegaskan kita tidak mungkin melompati kasus ini dalam kondisi apapun. Karena keberhasilan kesepakatan tergantung pada diakhirinya masalah (tahanan politik) ini. Kami juga tegaskan agar Fatah menepati janjinya yang dinyatakan sendiri di depan para petinggi Mesir dan faksi-faksi Palestina pada 26 Februasi lalu.” (seto)

Rejim Zionis bebas 450 tahanan Palestin sebagai tukaran Gilad Shalit


SEORANG askar Israel lalu di hadapan penunjuk perasaan di Baitulmaqdis, menuntut kerajaan Olmert memenuhi janji menyelamatkan Shalit dengan membebaskan tahanan Palestin.

Rejim Zionis bebas 450 tahanan Palestin sebagai tukaran Gilad Shalit
Oleh:mamak

BAITULMAQDIS: Israel bersetuju membebaskan 450 tahanan Palestin seperti yang dituntut pergerakan Hamas sebagai tukaran kepada penyerahan askarnya yang kini menjadi tebusan, Gilad Shalit, lapor akhbar di sini, semalam.

Satu-satunya isu yang perlu diselesaikan ialah tuntutan Israel untuk menghantar sebahagian tahanan berkenaan ke negara lain dan bukan ke kampung halaman mereka, kata sumber Palestin di Kaherah.

Pendirian itu dikemukakan ketua perwakilan Israel, Ofer Dekel yang berunding dengan perunding Mesir, lapor Haaretz.

Pada masa ini, Hamas hanya bersetuju supaya sedikit saja daripada tahanan berkenaan dihantar ke negara lain malah turut memberi syarat supaya tahanan terbabit mesti terlebih dulu bersetuju. Ia juga menentang kehendak Israel membebaskan tahanan berkenaan di Gaza dan bukan Tebing Barat.

Walaupun pegawai Hamas gusar bahawa kerajaan baru Israel tidak akan bersetuju dengan pembebasan itu, mereka menekankan setakat itu saja mereka boleh bertolak ansur. Shalit ditawan pejuang Palestin dua tahun lalu.

Isnin lalu, seorang pegawai kanan Hamas berkata, askar Yahudi itu tidak akan dibebaskan kecuali rejim Zionis membebaskan beratus-ratus tahanan Palestin.

Timbalan Ketua Politburo Hamas, Moussa Abu-Marzouk, membuat tuntutan itu ketika tiba di Kaherah untuk menyertai rundingan perpaduan Fatah dan pergerakannya, lapor agensi berita Mesir, MENA.

Moussa juga berkata, isu tukaran tahanan antara pejuang Palestin dan Israel kekal di tangan perunding Mesir.

Perdana Menteri Israel yang bakal melepaskan jawatannya tidak lama lagi, Ehud Olmert dipercayai menghadapi tekanan kuat berhubung isu Shalit dengan bantahan terbaru diadakan di Baitulmaqdis menggesa kerajaan memperhebat usaha membebaskan askar mereka.

Penunjuk perasaan terbabit menyertai ibu bapa Shalit yang berkhemah dekat kediaman Olmert. Pasangan itu mahu anak lelaki mereka dibebaskan sebagai tukaran pembebasan tahanan Palestin, lapor Perbadanan Penyiaran Britain (BBC).

Dalam bantahan itu, penunjuk perasaan menghadang jalan masuk ke kediaman Olmert dan ada yang melaungkan ‘Olmert, kamu berjanji, kotakannya.”

Ibu bapa Shalit berkata, mereka bimbang pentadbiran baru yang bakal dipimpin Benjamin Netanyahu tidak cenderung melakukan tukaran tahanan. Bapa Shalit, Noam, memberitahu media Israel bahawa dia gembira dengan sokongan yang ditunjukkan kepadanya. - Agensi

Mencintai Nabi Bukan Dengan Cara Menyambut Maulid Nabi

Mencintai Nabi Bukan Dengan Cara Menyambut Maulid Nabi
Dilulus terbit pada Saturday, March 14 @ 16:44:16 MYT oleh AbuJihad

Bicara Agama Oleh dreamkiller


Lembaran kalendar untuk bulan 3 (Mac) bagi tahun ini (2009 M), terlihat sebuah tandaan pada tanggal 9 bahawa jatuhnya tarikh untuk maulid Nabi. Saban tahun maulid nabi disambut pada tarikh 12 Rabbi’ul Awwal oleh masyarakat kita dari kalangan umat Islam. Ini bermakna, lebih kurang 10 hari sahaja lagi sambutan ini akan dilangsungkan oleh kalangan masyarakat di sini umumnya. Tidak hairanlah, ketika menatap forum-forum di internet dan ketika terlihat beberapa iklan di akhbar-akhbar tertentu ada sebahagiannya yang memainkan slogan-slogan “cinta Rasul”.

Sambutan ini kelihatannya seakan-akan semakin meriah dari tahun ke tahun. Kebiasaannya ia disambut dengan pelbagai pengisian dan tatacara adat mengikut perkembangan zaman. Di antaranya adalah dengan mengadakan bacaan berzanji di setiap masjid sempena beberapa hari menuju tarikh 12 Rabbi’ul Awwal (countdown), mengatur dan mengadakan upacara perarakan dari sekian tempat ke tempat-tempat tertentu dengan melaung-laungkan selawat berserta bacaan marhaban atau berzanji, juga dengan perarakan tersebut disertai mengangkat pelbagai jenis sepanduk slogan cinta Nabi, mengadakan ceramah-ceramah khas berkenaan sekitar mencintai Nabi atau seumpamanya yang berkaitan dengannya.

Selaras dengan perkembangan zaman yang semakin maju dan bercambahnya pemikiran yang global lagi terbuka, pada tahun ini acara maulidur rasul bakal disambut dengan sebuah upacara konsert yang bakal menampilkan artis-artis dari kalangan ustaz dan ustazah terkenal tanah air. Tidak terkecuali, kumpulan-kumpulan nasyid tanah air turut mengambil tempat dalam persembahan dan upacara tersebut. Katanya, upacara konsert tersebut bakal dibuka dengan alunan lagu-lagu berzanji dan selawat. Wallahu a’lam… Ini adalah sebagaimana yang sempat saya lihat beberapa hari yang lepas melalui sebuah rancangan temubual berkenaan sambutan maulid kali ini yang mana akan dimeriahkan dengan konsert “Sinar Malam MaulidurRasul” melalui salah satu saluran televisyen live dari sebuah stadium.

Hakikatnya, pada tarikh maulid nabi (birthday nabi) itu sendiri terdapat sebuah isu yang menjadi perbincangan di kalangan ulama. Iaitu tiada pendapat atau kata sepakat bagi menetap tarikh kelahiran Nabi itu sendiri. Ada yang menguatkan dengan tarikh lahir yang sebenar adalah pada 8 Rabbi’ul Awwal, ada yang menguatkannya dengan tarikh 9, dan ada yang menyatakan dengan tarikh 12 Rabbi’ul Awwal. Malah, ada yang mengambil keputusan bahawa, tidak diketahui dengan tepat akan tarikh kelahirannya kerana pada zaman tersebut belum ada lagi sistem kalendar yang sistematik berlangsung. Malah, riwayat-riwayat berkenaan dengannya juga saling diperlisihkan di kalangan ulama.

Jadi, persoalannya… bagaimana sambutan perayaan maulidur rasul ini boleh muncul dengan suburnya di kalangan masyarakat kita? Ini adalah antara yang menjadi persoalan. Sehingga ada yang menganggap amalan menyambut maulidur rasul ini merupakan amalan sunnah yang sangat-sangat dituntut di setiap tahun pada tanggal 12 Rabbi’ul Awwal. Sedangkan, tidak ada langsung riwayat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang menganjurkan diadakan perayaan ini. Malah, begitu juga ketika di era sahabat yang diredhai, ianya juga tidak pernah wujud. Sungguh aneh sekali, kerana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah pun wafat, tetapi hari lahirnya tetap menjadi sambutan saban tahun dan menjadi titik tarikh kemeriahan. Ini kelihatannya tidak ubah umpama kaum Nashrani/Kristian yang menyambut hari natal (Chrismas) di setiap tanggal 25 Disember bagi meraikan kelahiran Jesus (Isa) yang mana turut tidak pernah ada anjurannya dari Isa ‘alaihis Salam sendiri dan melaui kitab-kitab utama agama mereka (seperti Bible).

Telah tsabit dari hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud rahimahullah bahawa perayaan dalam Islam hanya ada dua, dan tidak ada lagi selainnya, di mana Nabi telah menjelaskan "Sesungguhnya Allah telah menggantikan bagi kamu semua dengan hari yang lebih baik dari dua hari tersebut (perayaan jahiliyyah) dengan hari raya al-Adha (korban) dan Hari raya al-Fitr."

Tetapi, sambutan besar-besaran maulidur Rasul (Birthday Nabi) tetap juga disambut dengan semeriah-meriahnya sambutan perayaan saban tahun. Dengan di dalam sambutannya dilaungkan selawat-selawat memuji Nabi dengan selawat-selawat yang kebanyakannya adalah selawat “versi baru” yang tidak pernah ditemui di dalam hadis-hadis yang sahih/tsabit dari tunjuk ajar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Iaitu, mereka dari kalangan yang kebanyakannya merayakan sambutan “Birthday Nabi” ini mengambil rangkap/lafaz selawat yang telah diubah-suai selawatnya dengan sama ada menambahnya atau menguranginya. Rangkap-rangkap selawat yang pendek dijadikannya begitu panjang dan sukar untuk dilafazkan. Mereka turut meletakkan lafaz pujian kepada Nabi dengan perkataan yang ghuluw (melampau) sehingga ada yang seakan-akan menganggap nabi seperti Tuhan. Sedangkan Nabi sendiri telah melarang perbuatan seperti itu. Di mana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah mengingatkan di dalam salah satu hadisnya sebagaimana berikut:

“Janganlah kamu melampaui batas dengan mengagung-agungkan aku sebagaimana kaum Nashrani telah melakukannya terhadap Isa anak Mariam. Sesungguhnya tiadalah aku melainkan seorang hamba, maka katakanlah, “(Muhammad) Hamba dan Pesuruh Allah”.” (Hadis Riwayat al-Bukhari)

Manakala berkenaan tambahan-tambahan lafaz di dalam sebahagian selawat ke atas nabi dengan tambahan Sayyidina, maulana, habibina, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sendiri menjelaskan di ketika mana ada seorang lekaki memanggilnya dengan panggilan “Ya Sayyidina ibni Sayyidina”:

“Wahai manusia, hendaklah kamu bertaqwa dan jangan membiarkan syaitan mempermainkan engkau. Sesungguhnya engkau adalah Muhammad bin ‘Abdillah, hamba Allah dan Rasul-Nya, dan aku bersumpah kepada Allah bahawasanya aku tidak suka sesiapa mengangkat kedudukan aku melebihi apa yang telah Allah ‘Azza wa Jalla tentukan bagiku.” (Hadis Riwayat Ahmad, al-Musnad, no. 12551)

Dalam perkara ini, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah menyatakan:

Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah (imam besar Mazhab Syafi’i – pen.) pernah ditanya berkenaan kalimat selawat untuk Nabi yang dibaca dalam solat dan di luar solat, sama ada yang wajib atau pun yang sunnah/sunat:

“Adakah dalam ucapan selawat itu disyari’atkan menggunakan kata-kata Sayyid, seperti orang mengatakan “Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad” atau “’ala sayyidina khalqi” atau “‘ala sayyid waladi” atau hanya menggunakan kata-kata “Allahumma shalli ‘ala Muhammad”. Manakah yang lebih baik daripada ucapan-ucapan itu? Apakah digunakan kata-kata sayyid atau tidak menggunakannya kerana tidak tersebut dalam hadis-hadis.”

Jawab al-Hafiz Ibnu Hajar: “Benar, mengucapkan lafaz-lafaz selawat sebagaimana tersebut dalam riwayat hadis adalah yang benar. Janganlah sehingga ada orang yang mengatakan Nabi tidak menggunakan kata-kata sayyid dalam bacaan selawat hanya disebabkan sikap rendah diri (tawadhu’) sahaja sebagaimana juga tidak layak ketika orang mendengar disebut nama Nabi tidak menyahut dengan ucapan shalallahu ‘alaihi wasallam. Semua orang Islam dianjurkan untuk mengucapkan kata tersebut setiap kali mendengar sebutan nama Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Saya (Ibnu Hajar) menyatakan bahawa sekiranya benar bahawa ucapan sayyid itu ada, niscaya disebutkan dalam riwayat dari sahabat dan tabi’in. Akan tetapi, saya (Ibnu Hajar) tidak menemukan adanya riwayat seperti itu dari seorang sahabat atau tabi’in pun, padahal begitu banyak cara bacaan selawat yang diterima dari mereka. Al-Syafi’i rahimahullah sebagai seorang yang sangat memuliakan Nabi shalallhu ‘alaihi wasallam juga tidak menyebutkan kata sayyidina dalam awal pembukaan (muqaddimah) kitabnya. Padahal al-Syafi’i adalah contoh ikutan para pengikut mazhabnya. Beliau (al-Syafi’i) hanya menyebutkan “Allahumma shalli ‘ala Muhammad.” (Dinukil dari Syaikh Muhammad Nashidruddin al-Albani, Kitab Sifat Sholat Nabi, , Terbitan Media Hidayah, m/s. 215-216)

Begitulah sedikit penjelasan berkenaan dengan tambahan lafaz-lafaz selawat ke atas Nabi. Di dalam riwayat-riwayat hadis yang lain, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sendiri telah mengajarkan bentuk-bentuk selawat yang disyari’atkan, dan begitu jugalah para salaf (generasi terawal dari kalangan sahabat) melakukan selawat ke atas Nabi (sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi sendiri dengan tidak menokok tambahnya). Maka, tiada ruang bagi kita untuk mereka-cipta bentuk-bentuk selawat yang baru. Sekiranya di antara kita mereka-cipta bentuk-bentuk selawat yang baru dan tersendiri dengan meninggalkan lafaz-lafaz selawat yang sahih dan tsabit dari Nabi, maka, hilanglah fadhilat-fahilat selawat yang diberikan melalui hadis-hadis yang sahih. Malah, ia bukan sahaja telah lari dari tuntutan sebenar berselawat, tetapi sekaligus ia mencipta bentuk beragama (mencipta syari’at) yang baru, seakan-akan ia lebih pandai dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Malahan juga, dia turut meninggalkan jejak langkah amalan para Salafus Soleh dari kalangan sahabat-sahabat yang diredhai yang begitu kuat berpegang dengan petunjuk Nabi dan begitu mencintai beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Di mana Allah subhanahu wa Ta’ala sendiri telah menjelaskan supaya kita sentiasa mengikuti generasi terawal dalam mengambil agama sebagaimana berikut (maksudnya):

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah redha kepada mereka dan merekapun redha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka syurga-syurga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (Surah at-Taubah, 9: 100)

Pada masa ini, apa yang turut menyedihkan adalah apabila rangkap-rangkap selawat (termasuk zikir-zikir) ini bukan sahaja diubah-suai, malahan turut juga dilagukan dan dinyanyikan, sekaligus dipersembahkan di pentas-pentas konsert. Terutamanya di dalam majlis-majlis yang didakwa sebagai majlis keagamaan dan termasuklah sambutan maulidur Rasul saban waktu dan tahun. Tidak cukup dengan dilagukan, ia turut diperindahkan menurut hawa nafsu mereka dengan alunan-alunan muzik kontemporari. Bentuk-bentuk selawat yang asalnya diberikan oleh Nabi kita sebagai Ibadah, kini telah ber-evolusi menjadi bahan untuk berhibur dan mengaut keuntungan, malah bercampur-baur dengan apa yang telah diharamkan. Di manakah adab kita sebagai pengikut Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam?

Sungguh perbuatan ini telah jelas-jelas melanyak-lanyak dalil-dalil agama yang murni lagi sempurna.

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Surah al-A’raaf, 7: 205)

Manakala di dalam hadis, Nabi shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjelaskan:

“Akan ada dari umatku kaum yang menghalalkan zina dan sutera, khamr (minuman keras) dan alat-alat muzik....” (Hadis Riwayat al-Bukhari, no. 5590)

Dan di dalam tafsir Ibnu Katsir (tafsiran ayat 6 Surah Luqman) turut menjelaskan perkataan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu yang menyatakan bahawa nyanyi-nyanyian adalah termasuk perkataan yang tidak berguna.

Tetapi, begitulah yang telah berleluasa pada hari ini. Mereka telah pun menjadikan nyanyi-nyanyian sebagai sebahagian dari agama-agama mereka. Wallahu a’lam.

Menyentuh berkenaan amalan membaca berzanji dan marhaban di dalam masyarakat kita, adalah lebih baik supaya amalan ini dikaji dan diteliti semula dengan sebaik-baiknya. Ini adalah kerana, di dalam kitab berzanji itu sendiri mengandungi fakta-fakta yang jauh dari kebenaran, fakta-fakta yang menyimpang dari dasar aqidah yang benar, dan tidak keterlaluan jika saya katakan di sebahagian tempat dari kalangan masyarakat kita ini mereka menganggap bahawa membaca kitab berzanji ini sebagai sebahagian dari ritual beragama dan membacanya mendapat ganjaran pahala yang besar. Malah, sehingga ada di antara mereka yang menetapkan gaya lagu tertentu ketika membacanya. Tidak lain, sebenarnya perkara ini selain dari perbuatan yang membawa kepada kebatilan, ia turut mengajak kita berpaling dari menghayati al-Qur’an dan as-Sunnah.

Sekali lagi, saya menimbulkan sebuah persoalan di sini. Apakah dengan perayaan “Birthday Nabi” ini mampu merealisasikan slogan “Menyemarakkan cinta kepada Nabi”?

Setelah mana pelbagai pelanggaraan syari’at berlaku dengan tidak terkawal di dalam perayaan itu sendiri. Adakah Nabi kita mengajak kita merayakan hari perayaan sedemikian rupa? Apakah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ataukah para sahabat-sabahat beliau yang diredhai pernah mewasiatkan supaya diadakan perayaan-perayaan bentuk baru bagi membangkitkan semangat rasa cinta kepadanya?

Maka, bentuk-bentuk baru dan ritual-ritual baru dalam melahirkan rasa cinta kepada Nabi Shallallahu ‘alaihiwa Sallam sebagaimana yang berlaku melalui perayaan “Birthday Nabi” (Maulid Nabi) ini sewajarnya perlulah dikaji dan diteliti semula. Adakah ianya menepati dengan kehendak Nabi kita serta syari’at Islam itu sendiri.

Dengan serba sedikit penjelasan isu-isu di atas tadi, kita tinggalkan ia dan kembali bermuhasabah dengan melihat kembali hakikat sebenar mencintai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Pertama-tamanya, marilah kita kembali dan kita fahami bahawa perbuatan mencintai Nabi itu adalah termasuk ke dalam hakikat iman. Ini adalah sebagaimana Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa Sallam berikut,

“Tidak (sempurna) Iman seseorang kamu sehinggalah aku menjadi orang yang paling dia cintai melebihi hartanya, keluarganya, dan manusia lain seluruhnya.” (Hadis riwayat al-Bukhari)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (maksudnya):

"Katakanlah (wahai Muhammad): Jika bapa-bapa kamu, anak-anak kamu, saudara-saudara kamu, isteri-isteri (atau suami-suami) kamu, kaum keluarga kamu, harta benda yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu bimbang akan merosot dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai (jika semua itu) menjadi perkara-perkara yang kamu cintai lebih daripada ALLAH dan Rasul-NYA dan (dari) berjihad untuk agama-NYA, maka tunggulah sehingga ALLAH mendatangkan keputusan-NYA (azab seksa-NYA); kerana ALLAH tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasiq (derhaka)." (Surah at-Taubah, 9: 24)

Mencintai dan mencontohi Nabi termasuk ke dalam tuntutan beragama (mencintai Allah) berdasarkan firman Allah berikut (maksudnya):

“Katakanlah (wahai Muhammad): "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surah Ali Imran, 3: 31)

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (iaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (surah al-Ahzaab, 33: 21)

Dengan menghayati maksud ayat-ayat di atas, adakah kita telah mengikuti contoh sebagaimana yang dikehendaki bagi merealisasikan fokus mencintai Allah dan Nabinya? Adakah kita telah benar-benar mengikuti dan mencontohi Nabi dalam beragama? Adakah apa yang telah kita lakukan di dalam amalan-amalan beragama kita menepati sebagaimana yang ditunjuk-ajarkan oleh beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam?

Di dalam merealisasikan slogan “Cinta Nabi (Muhammad Shallallahu ‘alaihiwa Sallam)” apa yang paling penting adalah dengan melihat kembali diri-diri kita adakah kita telah benar-benar mengikuti Sunnahnya. Sejauh manakah sunnah-sunnahnya yang diberikan kepada kita telah kita hayati dan amalkan dengan sebaik-baiknya.

Maka, dengan ini apa yang pertama-tamanya lagi priority supaya sewajarnyalah kita sentiasa menyemak bagaimana kita bertauhid, apakah telah benar sebagaimana Nabi kita mengajarkannya. Kerana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (maksudnya):

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul kepada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut”.” (Surah an-Nahl, 16: 36)

Berkenaan dengan ayat ini, Imam Ibnu Katsir rahimahullah di dalam tafsirnya menjelaskan:

“Allah sentiasa mengutus para Rasul kepada manusia dengan membawa seruan (ajakan) itu semenjak mula munculnya kemusyrikan (syirik) pada anak cucu Adam ‘alaihis Salam, iaitu di era Nabi Nuh ‘alaihis Salam yang Allah mengutusnya kepada mereka. Dan beliau adalah Rasul pertama yang Allah utus kepada penduduk bumi sehinggalah Dia menutup para Nabi dan Rasul dengan mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kepada jin dan manusia. Sama ada yang berada di bumi bahagian barat, atau pun yang berada di timur.

Dan setiap Rasul mempunyai tugas yang sama, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala (maksudnya):

“Dan Kami tidak mengutuskan seorang Rasul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahawasanya tidak ada Ilah (Tuhan yang berhak disembah dengan benar – pen.) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (Surah al-Anbiya’, 21: 25)” (Rujuk Tafsir Ibnu Katsir)

Maka, dengan itu hendaklah kita istiqomah di dalam bertauhid sebagaimana yang diperintahkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, sekaligus menjauhi pelbagai jenis penyimpangannya dan menghindari kesyirikan yang banyak berleluasa. Dengan sebab itu juga, penekanan haruslah ditumpukan dalam persoalan ini yang merupakan tujuan utama beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam diutuskan kepada kita semua.

Setelah memenuhi dan memahami tuntutan-tuntutan tauhid, seterusnya ia akan membawa kita supaya sentiasa mengambil dan melaksanakan Sunnah-sunnah beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam di dalam setiap aspek kehidupan. Di dalam mengamalkan sunnah, hendaklah kita berhati-hati dari berlebih-lebihan terhadapnya iaitu dengan tidak menokok tambah dan mengubahsuai sunnah tersebut. Hendaklah kita mengamalkan agama ini sebagaimana yang diperintahkan dan diajarkan olehnya. Termasuk di dalam rangkuman Sunnah, hendaklah kita meninggalkan apa yang ditinggalkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Di dalam kaedah ushul fiqh, terdapat suatu kaedah sebagaimana berikut,

“Perbuatan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam meninggalkan sesuatu perbuatan di dalam keadaan wujudnya keperluan terhadap perkara tersebut dan tiadanya halangan (melakukannya), ia di sini menunjukkan meninggalkan perbuatan tersebut adalah sunnah dan melakukannya adalah bid’ah”. (Min Usul al-Fiqh Inda ahlil Hadis, 1/82)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengingatkan dengan sabdanya:

"Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah Kitabullah (al-Qur’an), sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad (Shallallahu ‘alaihi wa Sallam), seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan (di dalam urusan agama), setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap perkara yang bidaah adalah sesat." (Hadis riwayat Muslim)

Apabila kita telah memahami sesuatu itu adalah sunnah dan kebenaran, hendaklah kita berusaha untuk mengamalkannya sekaligus menyampaikannya kepada yang lain.

Ini adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

“Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal soleh dan saling nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (Surah al-‘Ashr, 103: 2-3)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah bersabda:

“Hendaklah orang yang yang hadir (pada hari ini) menyampaikan (sunnahku) kepada mereka yang tidak hadir.” (Hadis Riwayat al-Bukhari)

“Kamu semua hendaklah sampaikan apa yang diambil daripadaku walaupun satu ayat.” (Hadis Riwayat al-Bukhari)

Perbuatan menyebarkan dan menyampaikan sunnah ini adalah bertujuan meneruskan kelangsungan sesebuah sunnah itu sendiri sekaligus bagi menyebar-luaskan sebuah hakikat kebenaran. Sekiranya, dakwah tidak dilaksanakan bagi menyampaikan sunnah-sunnah Nabi ini, niscaya akan berleluasalah kejahilan dan sunnah akan mati, lalu akan digantikan dengan perlbagai jenis bid’ah dan kesesatan.

Selain dari menyampaikan sunnah-sunnah Nabi yang benar, hendaklah kita sentiasa memperbanyakkan selawat ke atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sebagaimana yang dituntut oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui firmannya (maksudnya):

“Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Surah al-Ahzaab, 33: 56)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, daripada Abu Umamah al-Bahily: “Barangsiapa di antara kamu yang paling banyak berselawat kepadaku maka dialah yang paling dekat kedudukannya denganku.” (Hadis Riwayat al-Baihaqi)

Telah pun disebutkan sebelumnya, bahawa berselawat ke atas Nabi adalah sebagaimana yang ditunjuk-ajarkan oleh beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sendiri berdasarkan riwayat-riwayat hadis yang sahih. Dan hendaklah kita tidak melaksanakan selawat dengan tatacara yang menyanggahi petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, iaitu dengan mengambil lafaz selawat sebagaimana yang terdapat di dalam hadis-hadis yang sahih, tidak menjadikannya sebagai bahan untuk nyanyian, dan dengan tidak menokok tambahnya. Ini adalah kerana selawat itu sendiri adalah perbuatan ibadah yang tidak dapat dilakukan melainkan dengan adanya dalil yang menunjukkan bagaimana ianya harus dilaksanakan.

Selanjutnya, hendaklah kita sentiasa membenarkan apa sahaja yang dibenarkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Segala apa yang sahih disampaikan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam hendaklah kita mengimaninya, membenarkannya dan mentaatinya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (maksudnya):

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (Surah an-Nisa’, 4: 65)

Setelah kita memahami bahawa wajibnya menuruti segala apa yang datangnya dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, hendaklah kita meninggalkan apa sahaja yang dilarang oleh beliau, meninggalkan dan membenci apa sahaja yang dibenci oleh beliau, dengan itu juga hendaklah kita menyayangi apa sahaja yang beliau sayangi dan mencintai apa sahaja yang beliau cintai.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (maksudnya):

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (Surah al-Hasyr, 59: 7)

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” (Surah al-Ahzaab, 33: 36)

Diriwayatkan di dalam hadis-hadis yang sahih bahawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan supaya menyayangi dan mencintai orang-orang yang beriman (mukmin) dan orang-orang yang membela agama Allah. Iaitu bermula dari kalangan para sahabat radhiyallahu ‘anhum.

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala turut menjelaskan supaya kita sentiasa berkasih sayang terhdap orang-orang yang beriman dan tidak berkasih sayang terhadap orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya.

“Kamu tidak akan mendapati kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapa-bapa, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah redha terhadap mereka, dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahawa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.” (Surah al-Mujadilah, 58: 22)

Secara umumnya, demikianlah beberapa langkah awal bagi melahirkan dan mendidik diri di dalam mencintai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Hendaklah kita berusaha bersungguh-sungguh untuk mendalami ilmu pengetahuan terhadap Sunnah-sunnah beliau dan agama yang telah sempurna ini. Dengan ilmu tersebut, insyaAllah akan menjadi bekalan di dalam menegakkan syi’ar agama Islam yang sebenar sebagaimana yang diwariskan oleh beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kepada kita. Dengan ilmu itu juga akan mengangkat darjat kita membezakan dengan kaum yang beragama tanpa ilmu. Sekaligus mampu membimbing kita sentiasa di atas jalan yang haq, mencintai Nabi sebagaimana yang selayaknya dan meninggalkan perbuatan mencintai Nabi dengan cara yang tidak selayaknya.

Hanya dengan agama yang didirikan/ditegakkan di atas prinsip-prinsip yang betul, maka ia akan diberikan kejayaan dengan mendapat pertolongan Allah. Maka, hendaklah kita menegakkan agama Allah ini dengan kebenaran dan tidak menegakkannya dengan kepalsuan (bid’ah).

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, nescaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah kerana sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (al-Qur’an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.” (Surah Muhammad, 47: 7)


http://an-nawawi.blogspot.com/ "

Ciri-Ciri Pasangan Sejati


Ciri-Ciri Pasangan Sejati
Dilulus terbit pada Saturday, March 14 @ 16:45:49 MYT oleh AbuJihad

Artikel Pendek Oleh Lutfi

"Tips Dalam Berpasangan...........


1. Beriman

Untuk menjadi pasangan yang lebih baik, kunci pertama adalah menguatkan iman anda sendiri. Dengan adanya pasangan yang beriman, maka pasti hubungan cinta antara kedua pasangan akan mencapai titik yang maksimum.


2. Jangan ‘minder’ dan selalu mengenang masa lalu

Janganlah bersikap minder terhadap pasangan anda. Bila anda pernah membuat suatu kesalahan dimasa lalu , jangan selalu dikenang atau diingat. Berfikirlah positif. Bila anda minder, sama saja anda mengatakan bahwa anda tidak sepadan untuk pasangan anda. Bila anda tidak percaya diri, bahwa anda adalah pasangan yang sepadan untuk dia, maka anda akan benar-benar menjadi pasangan yang tidak sepadan.

3. Romantis

Ketika suatu hubungan cinta mulai mengalami keretakan, tanda pertama yang terlihat adalah mulai berpudarnya romantisme antara pasangan. Umumnya pasangan yang akan retak melupakan bagaimana senangnya ketika pertama kali mereka menjalin hungan tersebut. Suatu hubungan cinta adalah sesuatu yang harus terus menerus dibina dan bersikap romantis dalam membina hubungan tersebut adalah mutlak.

4. Jangan membuat sesuatu hanya kerana ingin membahagiakan pasangan anda

Berapa kalikah anda pernah mengerjakan sesuatu untuk pasangan anda yang sebenarnya tidak ingin anda lakukan, tapi tetap anda lakukan kerana ingin membuat pasangan anda bahagia.. Bagaimana perasaan anda ketika mengerjakan hal tersebut? Setiap kali anda membuat kompromi atas sikap anda tersebut, anda memperlebar jurang hubungan cinta anda. Sebaiknya anda secara jujur mengatakan pada pasangan anda bahawa anda kurang senang mengerjakan hal tersebut, dan mencari alternatif lain untuk mengatasinya bersama.


5. Jangan paksa pasangan anda untuk melakukan hal-hal yang dia kurang senangi

Ini adalah kebalikan dari tip diatas. Kalau anda tahu pasangan anda kurang senang melakukan sesuatu hal, mengapa dipaksakan… ..??

6. Jangan merendahkan pasangan anda

Tidak ada manusia yang sempurna didunia ini. Masing2 mempunyai daya fikir, kerja dan daya tahan tersendiri. Bila anda selalu merendahkan pasangan anda dengan menyalahkan apa saja yang dia salah lakukan, bagaimana anda akan berharap dia akan berbuat benar?

7. Jangan memberi janji yang anda tidak mampu penuhi


Kepercayaan adalah hal penting pada suatu hubungan cinta. Kepercayaan harus dibina dan dikembangkan. Bila anda tidak memenuhi janji anda pada pasangan anda, bagaimana pasangan anda akan percaya pada anda pada masa yang akan datang?

8. Usahakan untuk selalu berada disisinya

Pasangan anda merupakan teman anda untuk seumur hidup… .Usahakan untuk berada disisinya baik dalam suka maupun duka… .

9. Komunikasi

Dunia berubah dari hari ke hari. Bila anda tidak terus menerus berkomunikasi dengan pasangan anda, anda akan terkejut apabila pada suatu hari anda baru menyadari bahwa jurang perbezaan antara anda berdua telah semakin lebar.

10. Jangan berlaku kasar dan semena-mena terhadap pasangan anda

Cukup jelas…
Hormatilah pasangan anda sebagaimana anda menghormati manusia lainnya. Jangan sampai anda lebih menghormati teman anda daripada menghormati pasangan anda.

11. Jujurlah selalu

Biasanya suatu hubungan cinta tidak akan berlangsung lama apabila dibangun dan didasari atas kebohongan. Walaupun pasangan anda tidak pernah mengetahui kebohongan yan tersimpan, tetapi fakta bahwa anda mengetahui kebohongan itu, akan mempengaruhi perasaan anda maupun pasangan anda. Dengan itu, hubungan cinta tak akan mencapai titik yang maksimum.

http://lutfimj2006.blogspot.com/

Poligami boleh mengundang ke neraka?

Poligami boleh mengundang ke neraka?
Dilulus terbit pada Saturday, March 14 @ 09:00:00 MYT oleh AbuJihad

Bahan Umum Oleh :AHMAD BAEI JAAFAR

Menyebut tentang poligami banyak pihak akan memandang serong kepada yang terlibat walaupun pada setiap hati kecil lelaki inginkan dua tiga isteri. Hal ini kerana poligami yang wujud hari ini dilihat keburukannya lebih terserlah daripada kebaikan.

Poligami dibenarkan oleh Islam berdasarkan firman Allah yang bermaksud: “Jika kamu takut boleh berlaku adil terhadap anak yatim, kahwinilah perempuan lain sama ada dua, tiga atau empat. Tetapi jika takut untuk berlaku adil, cukuplah satu,” (Surah an-Nisa’: 3).


Melihat pada ayat itu, jelas tiada hukum sunat berpoligami tetapi sekadar tawaran yang membolehkan mereka berpoligami jika mereka mahu. Sungguhpun ada tawaran tetapi disusuli pula dengan ingatan “kalau takut tidak boleh berlaku adil, cukuplah dengan seorang isteri”.

Amalan poligami pada zaman Rasulullah s.a.w. bermula selepas kewafatan isteri Rasul, Khadijah. Setelah berkahwin dengan Aishah yang masih keanak-anakkan, baginda mengahwini wanita lain juga. Amalan pada waktu itu antara lain bertujuan membela ibu tunggal dan anak yatim iaitu dengan mengahwini ibu anak yatim itu.
Walau bagaimanapun amalan itu tidak lagi menjadi perkiraan umat Islam di akhir-akhir ini. Hal ini mungkin kerana anak yatim hari ini sudah ada pembelanya. Rumah anak yatim sudah mengambil peranan para lelaki yang prihatin.

Kini berlaku poligami secara tidak sihat sehingga orang ramai menganggap poligami sebagai menzalimi wanita dan anak-anak. Kesan poligami, keharmonian rumah tangga bertukar kepada kehancuran.

Demi mengawal amalan poligami yang mudah disalahgunakan pada zaman ini, kerajaan menggubal beberapa peruntukan undang-undang mengenai poligami. Terdapat syarat tertentu yang dimasukkan yang lazim telah menjadi amalan ulama terdahulu.
Menurut Undang-undang Keluarga Islam Negeri Selangor, Seksyen 23(5) Mahkamah boleh memberi kebenaran yang dipohon jika berpuas hati bahawa perkahwinan yang dicadangkan itu adalah patut dan perlu, memandang kepada antara lain hal-hal keadaan berikut iaitu kemandulan, keuzuran jasmani, tidak layak di segi jasmani untuk persetubuhan, sengaja ingkar mematuhi perintah untuk pemulihan hak-hak persetubuhan atau gila di pihak isteri atau isteri-isteri yang sedia ada.

Sebenarnya berdasarkan peruntukan ini menunjukkan secara nyata bahawa tidak semua orang layak untuk berpoligami. Walaupun terdapat lelaki yang mempunyai pendapatan lebih, belum tentu mereka boleh meneruskan poligami.

Perlu dijelaskan di sini selain kewangan faktor iman dan takwa perlu diambil kira sebelum sesuatu perkahwinan poligami itu hendak diteruskan. Kalau tidak, syarat di atas boleh diputarbelitkan oleh pihak yang berkepen-tingan.

Tanpa iman dan takwa, sesebuah perkahwinan poligami itu tidak mungkin akan berlaku adil, malah akan mencetus dosa yang berpanjangan. Lebih malang lagi, apabila hukum hakam tentang poligami sendiri tidak difahami.

Dalam isu ini mungkin kita boleh merujuk kepada filem P.Ramlee, “Madu Tiga”. Melalui filem itu ramai yang rasa terhibur dengan watak lucu pelakonnya, tetapi berapa ramai yang memahami mesejnya. Sebenarnya dalam filem komedi ini cukup memberi mesej yang serius kepada suami dan isteri tentang hukum poligami.

Memang pada permulaannya niat Jamil untuk berkahwin dengan anak pakcik tua yang menyewa rumah sewa ayah Jamil sesuatu yang murni. Selain kerana hendak membela ayah anak gadis itu, Jamil mahu juga menyelamat imannya (kerana keinginan seksnya) yang sering diabaikan isterinya yang sudah tua. Pada masa yang sama niat baik Jamil itu jelas tidak mendapat tentangan daripada bapa mentuanya.

Tetapi niat yang baik itu jelas tidak mendapat restu daripada Allah kerana terdapat unsur-unsur penipuan sejak awal perkahwinan itu lagi. Pertama, Jamil menipu gadis dan bapa gadis itu tentang status dirinya yang sudah berkahwin. Yang kedua, dia menipu isterinya yang kononnya untuk menghadiri majlis perkahwinan orang lain, padahal dia sendiri hendak berkahwin.

Kesan dari penipuan itu, dia terpaksa meneruskan agenda menipu berhari-hari malah berbulan-bulan. Bayangkan dalam tempoh itu, berapa saat dia boleh bahagia dengan isteri barunya. Jawapannya jelas, tidak pernah ada kebahagiaan walaupun sesaat.
Oleh sebab tidak mendapat kebahagiaan dengan perkahwinan itu, dia berkahwin seorang lagi anak gadis yang ternyata lebih cantik daripada kedua-duanya. Tetapi malangnya belum sempat bahagia, tembelangnya terbongkar. Akhirnya berlaku drama kejar mengejar.

Dalam Islam faktor iman dan takwa seseorang akan menjadikan dia jujur dalam segala tindakan. Percayalah kalau Jamil berterus terang dengan isterinya, walaupun pada awalnya dia menentang namun pasti ada titik pertemuan yang baik selepas itu. Memanglah seseorang isteri sukar untuk memberi keizinan kepada suaminya supaya berkahwin lagi, tetapi jika dia jujur, semuanya akan berjalan dengan baik.
Tegasnya jika isteri tidak mahu mengizinkannya, tidak perlu diteruskan demi menyelamatkan rumah tangga yang ada. Jika berlaku juga perkahwinan dalam keadaan tidak restu isteri, boleh jadi suami tidak bahagia kerana terpaksa mencipta pembohongan demi pembohongan sepanjang hayat.

Pada masa yang sama, isterinya terus memendam rasa dan curiga terhadap suami. Keadaan ini akan menjadikan hubungannya dengan isteri pertama tidak murni lagi. Apa guna dapat isteri baru tetapi isteri pertama terus menyepi? Apalah bahagianya dapat isteri muda tetapi isteri tua terus menderita.

Sepatutnya dengan poligami, suami bertambah bahagia di samping isteri-isterinya, dia dapat manfaat daripada semua isterinya. Suami tidak akan ketandusan belaian kasih sayang isteri-isterinya. Pada masa yang sama isteri-isterinya rasa cukup terbela.
Walau bagaimanapun, mana-mana isteri yang tidak mahu berkongsi kasih dengan madunya, harus memberi khidmat bakti, belaian kasih kepada suami seperti awal perkahwinannya walaupun pada usia tuanya. Ingatlah, sikap isteri Jamil dalam kisah di atas adalah punca suaminya terdorong hendak berkahwin lain.

dari laman Fikrah Islamiah

Resipi Udang Masak Kasturi


Resipi Udang Masak Kasturi
Dilulus terbit pada Friday, March 13 @ 10:18:52 MYT oleh TokPenghulu

Bahan Rencah Oleh matuse68

"Udang Masak Kasturi

Bahan-bahan:
10 ekor udang besar
5 biji cili merah
5 biji cili hijau
2 tomato merah
2 biji bawang besar
2 biji limau kasturi diambil airnya.
2 tomato hijau
Secawan minyak masak
Garam secukup rasa


Cara memasak:
1. Udang digaul dengan air limau dan garam, cili hijau, cili merah ditumbuk kasar, bawang dihiris tomato dibelah empat, panaskan minyak masukkan udang.
2. Setelah masak angkat udang.
3. Tumis bawang besar, agak masak kemudian masukan cili ditumbuk, gaul rata dengan api sederhana. Apabila naik minyak masukan udang yang sudah digoreng tadi. Gaul rata sebelum diangkat masukkan tomato dan hidangkan.

Lain lain resipi klik disini...

Siapa Rasulullah Di Hati Kita ?

Siapa Rasulullah Di Hati Kita ?
Dilulus terbit pada Friday, March 13 @ 10:14:42 MYT oleh TokPenghulu

Tazkirah Oleh budokfelda

12 Rabiulawal menjelang lagi. Tarikh ini mengingatkan kita kepada keputeraan nabi junjungan kita Muhammad S.A.W yang berlaku lebih 14 kurun yang lalu. Insan pilihan Allah ini dilahirkan dengan penuh keistimewaan, sejak hari lahirnya hinggalah waktu wafatnya. Di hari kelahirannya, terpadam api biara Majusi yang tidak pernah padam sebelum itu, runtuhnya istana Kisra Parsi, Mekah diterangi cahaya putih dan pelbagai kejadian pelik lain.

Seminggu sebelum tibanya 12 Rabiulawal, masyarakat di Syria telah sibuk bercakap mengenai Rasulullah S.A.W melebihi dengan apa yang dilakukan mereka pada hari-hari biasa. Ulama’-ulama’ pula sememangnya mengambil kesempatan ini untuk mendidik masyarakat untuk cinta kepada nabi, sesuatu yang susah kita nak dapati di Malaysia. Suasananya begitu terasa. Hari ini pun aku mendengar khutbah Jumaat Sheikh Sariah mengenai cinta kepada Rasulullah. Semasa majlis zikir pada waktu pagi pun, dia bercerita dan memberi tazkirah mengenai cinta kepada Rasulullah. Subhanallah…insaf rasanya apabila merasakan diri ini hanya mampu melafazkan cinta kepada nabi tetapi jauh sekali rasanya kedudukan cinta nabi itu di hatiku mahupun dengan amalanku. Astaghfirullah….

RAHMATAN LIL ‘ALAMIN

Hadirnya baginda ke dunia ini menjadi rahmat besar ke seluruh alam. Bukan sekadar kepada masyarakat Arab di semenanjung tanah arab, bahkan semua orang di atas muka bumi ini. Malah rahmat ini meluas bukan sahaja kepada manusia, tetapi kepada makhluk-makhluk Allah yang lain termasuk malaikat, binatang, tumbuhan, jin, batu-batu dan sebagainya. Rahmat ini datang dengan pakej Islam, bukan dengan pakej lain. Bukan dengan pakej bangsa Arab, bukan dengan pakej nasionalisme, bukan dengan pakej kapitalisme, akan tetapi hanya dengan Islam!! Dengan kata lain, rahmat ini hanya dapat dirasai sekiranya kita mengamalkan Islam. Kita tidak merasai rahmat ini seratus peratus sekiranya kita mencampurkan Islam dengan perkara lain. Malah, rahmat ini dapat dirasakan oleh orang bukan Islam sekiranya Islam dilaksanakan.

BUKAN TEPUK SEBELAH TANGAN

Kalau orang sedang bercinta, mereka sering katakan “Aku bertepuk sebelah tangan” sekiranya cintanya tidak diterima orang atau dia hanya syok sendiri. Kita pun telah mengetahui betapa banyak orang yang frust bercinta hanya kerana cintanya tidak berbalas. Ini fenomena dalam cinta haram atau cinta monyet. Cinta yang dianjurkan oleh Islam amat berbeza benar, sama ada bercinta dengan Allah mahupun cinta kepada Rasulullah S.A.W.

Percintaan dengan S.A.W amat unik kerana baginda telah dahulu memulakan percintaan ini, sebelum kita semua memulakannya. Baginda telah menyintai kita semua sebelum kita semua menyintainya. Baginda telah menghulurkan tangannya untuk bertepuk dengan kita sambil menunggu kita untuk membalasnya. Ironinya, nabi S.A.W tidak memerlukan kepada balasan kita sebenarnya. Baginda memulakannya kerana ingin melihat kita bahagia dan senang di akhirat kelak.

Ketikamana Rasulullah bersabda “Sesiapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat (berdoa) ke atasnya (sesiapa yang berselawat) dengan 10 kali selawat”, Rasulullah amat gembira dengan kurniaan Allah S.W.T tersebut. Bukanlah gembira dengan pujian dan limpahan doa yang bakal dilakukan oleh umat kepadanya, akan tetapi baginda gembira dan seronok apabila Allah akan memberikan ganjaran yang banyak kepada umatnya. Mana tidaknya, sekali kita berselawat kepada nabi, Allah akan membalasnya dengan 10 kali lebih baik daripada itu. Imam Sakhowi ketika mengulas perkara ini mengatakan bahawa satu selawat Allah (doa) kepada umatnya lebih baik daripada membuat 1000 kebajikan. Lihatlah cintanya nabi kepada kita semua, lebih memikirkan nasib umatnya berbanding perkara lain.

Kita juga tidak boleh melupakan jasa nabi Muhammad S.A.W ketika menerima ibadah solat fardhu pada peristiwa Isra’ Mikraj. Daripada 50 rakaat yang ditaklifkan, nabi berusaha untuk mengurangkan bilangan tersebut sehinggalah menjadi 5 rakaat seperti sekarang selepas mendapat signal daripada nabi Musa yang menyatakan umat akhir zaman ini tidak mampu melakukan ibadah sebanyak itu. Lalu turun-naik lah nabi berjumpa Allah untuk mengurangkan bilangan tersebut lantaran memikirkan umatnya walaupun dia sendiri ‘tebal muka’ untuk meminta pengurangan itu. Ada sebahagian riwayat menyatakan daripada 50 rakaat yang disyariatkan, ia dikurangkan 5 rakaat setiap kali nabi mengadap Allah. Secara congakan akal yang dangkal ini, bermakna 9 kali nabi S.A.W turun-naik secara tebal muka untuk berunding bagi urusan umatnya!! Akhirnya dengan sifat kasih sayang Allah jua, kita hanya difardhukan untuk menunaikan 5 kali solat sehari tetapi pahalanya tetap sama dengan 50 rakaat yang mula disyariatkan !!

Saat-saat akhir nabi di alam ini adalah isyarat yang paling jelas kepada kita bahawa baginda telah memulakan proses percintaan ini sebelum kita memulakannya. Ketika baginda nazak menghadapi sakaratul maut, baginda masih menyebut “Ummati, ummati, ummati (umatku, umatku, umatku)”. Jika kita fikir-fikirkan pun, tak mungkin orang yang sakit akan menyebut perkara yang lain ketika sakitnya melainkan mengerang kesakitan. Akan tetapi kerana cintanya kepada umatnya, baginda masih memikirkan umatnya walaupun di penghujung usia…. Ya Allah !!!!

MEMBALAS CINTA

Sudah menjadi resam orang bercinta, cinta itu akan menjadi asyik dan amat memabukkan jika cinta itu berbalas. Begitu juga bentuk cinta ini. Baginda telah menghulurkan cintanya, maka kitalah perlu menyambutnya. Malangnya kita pada hari ini, tidak mabuk dengan cinta kepada Allah dan cinta kepada nabi tetapi mabuk dengan cinta monyet dan cinta manusia yang fana’. Kita perlu memuhasabah kembali sejarah yang telah dilalui semoga generasi akan datang tidak kering dan gersang dengan cinta kepada Rasul mereka.

Sememangnya kesilapan bermula sejak awal lagi. Ketika kita kecil, kita tidak diajar untuk mencintai baginda. Kita lebih dulu diajar A-B-C sebelum diajar mengenali nabi. Kita lebih dulu diajar 1-2-3 sebelum kita diajar mencintai nabi. Malah amat mengecewakan perkara ini tidak langsung mendapat perhatian ibu bapa. Kita boleh lihat, anak-anak kini dibesarkan dengan watak-watak animasi Pokemon, Doraemon, Superman, Power Rangers dan Mickey Mouse. Astro menjadi pendidik kanak-kanak kini menggantikan peranan ibu bapa yang sepatutnya berperanan. Bagaimana perkara ini boleh terjadi? Tepuk dada, tanya iman.. Islam awal-awal lagi telah mengajar bagaimana kita hendak mendidik anak-anak dengan betul. Rasulullah pernah bersabda ;

أَدِّبوا أولادَكم على ثلاثِ خِصَالٍ حبِّ نبيكم وحبِّ أهل بيته وقراءةِ القرآن فإن حملة القرآن فى ظل الله يوم القيامة يوم لا ظل إلا ظله مع أنبيائه وأصفيائه

“Didiklah anak-anak kamu dengan 3 perkara - Cinta kepada nabi, cinta kepada keluarga nabi dan membaca al-Quran kerana orang yang menjadi ahli al-Quran akan berada di bawah naungan Allah bersama para anbiya’dan para sufi ketika hari kiamat di mana pada ketika itu tiada naungan lain kecuali naungan Allah”

Oleh kerana itu, kita semua perlu memupuk cinta ini dalam diri masing-masing. Sekiranya kita ada anak-anak, ajarkanlah mereka cinta kepada nabi sebelum mereka mengenali artis ataupun ikon animasi lain. Sekiranya kita seorang guru, selalulah bercerita kepada murid-murid mengenai nabi, insyaAllah daripada menceritakan peribadi baginda, orang akan jatuh cinta kepadanya. Walaubagaimanapun, ia perlu sentiasa dihangatkan dan jangan ditinggalkan. Umpama hubungan suami dan isteri, cinta akan menjadi lebih kuat apabila ia sentiasa dihangatkan dengan pengorbanan dan persefahaman.

Kesan perasaan cinta ini, kita akan membuktikannya dengan amalan kita. Bukti kecintaan yang paling besar ialah mengamalkan sunnahnya. Bukan sekadar mengamalkan sunnah-sunnah yang kecil seperti bersiwak, memakai serban atau memakai capal seperti capal Rasulullah, akan tetapi juga mengamalkan sunnah yang lebih besar seperti menjadi pewaris anbiya’ iaitu ulama’, membina negara dan berusaha mendaulatkan Islam. Kita juga akan bangkit ketikamana baginda dihina seperti yang berlaku di Denmark sebelum ini. Begitu juga kecintaan ini akan menyebabkan kita sentiasa mengingati baginda dengan berselawat kepadanya. Selawat inilah yang akan menjadi charger cinta kita kepada nabi S.A.W.

MEMPERINGATINYA SEMPENA KEPUTERAAN BAGINDA

Menyambut keputeraan baginda merupakan satu peluang bagi kita mengingatinya. Ini bukanlah bermakna kita hanya mengingatinya pada hari kebesaran baginda dan melupakannya pada hari-hari yang lain. Kita amat berbeza dengan orang barat. Orang barat merayakan Hari Ibu kerana mereka tidak berkesempatan untuk berbuat baik kepada ibu mereka pada hari-hari yang lain. Pada Hari Ibu, mereka pulang ke rumah dan memberi hadiah kepada ibu-ibu mereka kerana tidak sempat berbuat baik pada hari-hari lain. Begitu juga dengan Valentine Day..Semuanya dari barat yang sesat dan lemas dengan kehidupan dunia mereka. Islam tidak begitu. Islam menganjurkan kita sentiasa berbuat baik kepada sesiapa sahaja termasuk ibu bapa kita pada setiap masa dan waktu, malah melarang kita derhaka kepada mereka hatta tidak boleh berkata ‘Uh’ kepada mereka.

Begitu juga apabila kita menyambut keputeraan Rasulullah (Maulidurrasul). Bukan bermakna kita hanya mengingati baginda pada hari ini. Kita mengingati baginda mereka setiap hari dan setiap waktu solat kita apabila melafazkan selawat kepada baginda pada waktu tahiyyat. Pada hari maulid ini, kita hanya meningkatkan lagi rasa kasih dan sayang kita kepadanya lebih daripada hari-hari yang lain. Moga-moga dengan mengingati baginda akan menguatkan lagi azam kita untuk menjadi pejuang agama dan sunnahnya.

RASULULLAH DI HATI KITA

Sebenarnya amat bertuah kita menjadi umat nabi Muhammad. Tidakkah kita ingat bahawa para rasul yang lain ingin benar menjadi umat Muhammad kerana banyak kelebihan yang diberikan oleh Allah. Namun itulah takdir, hanya insan yang terpilih menjadi umat utusan akhir ini.

Kita telah mengetahui pengorbanan Rasulullah dan juga betapa tingginya cinta baginda kepada kita. Baginda telah meletakkan kita sebagai umatnya di tempat yang tinggi di dalam hatinya. Setelah mengetahui ini semua, kita perlu persoalkan kepada diri kita sendiri, siapa pula Rasulullah di hati kita sekarang? Adakah kita telah meletakkan nilai cinta kita ini lebih tinggi daripada cinta kita terhadap dunia? Atau cinta kepadanya sama sahaja seperti kasih kita kepada orang-orang lain di atas muka bumi ini? Atau lebih teruk lagi, kita tidak langsung berasa cintakan Rasulullah. Tatkala orang menghina Rasulullah, kita hanya melihat dari jauh tanpa bangkit. Tatkala orang memijak-mijak sunnah Rasulullah dengan mengambil sumber panduan lain daripada al-Quran dan sunnah, kita tidak bersuara dan kadang-kadang tu menyokong pula.

Wahai sahabat-sahabat, apakah nasib kita di akhirat nanti tanpa cinta ini? Dengan siapa kita mahu mohon syafaat selain daripada Rasulullah? Layakkah kita mendapat syafaat baginda di akhirat tanpa cinta suci ini? Apakah kesudahan kita semua di akhirat? Ya Allah, berilah kekuatan kepadaku untuk menjadi umat Muhammad yang cinta kepadanya….

http://ilmuanmuda.wordpress.com

Resipi Hari Ini Ayam Panggang Maghribi


Resipi Hari Ini Ayam Panggang Maghribi
Dilulus terbit pada Friday, March 13 @ 10:04:55 MYT oleh http://www.tranungkite.net/v8/modules.php?name=News&file=article&sid=3461

Bahan Rencah Oleh matuse68

"
Ayam Panggang Maghribi

Bahan-bahan:
1 ekor ayam (2 kg), dibersihkan dan dipotong 2 (saya guna chicken breast sahaja)
Garam secukup rasa (biarkan masin sikit)

Bahan Sampingan:
Daun salad, disiat kasar-kasar
Timun & tomato dihiris-hiris
Ubi kentang, direbus, dikupas dan dihiris-hiris
Lemon, dipotong baji
Daun pudina


Rempah Chermoula (dikisar halus-halus)
3 tangkai cili merah
1 sdb cili serbuk
1 sdb paprika
1 sdt kunyit serbuk
1 sdt jintan putih/halus serbuk
1 biji bawang besar
4 ulas bawang putih
1/2 cawan hirisan daun ketumbar
1/4 cawan minyak zaitun
Air perahan daripada 1/2 biji lemon

Cara Memasak:
1. Lumur garam dan rempah chermaula di serata permukaan ayam dan juga di bahagian bawah kulitnya. Perap ayam selama 3-4 jam di dalam peti sejuk.
2. Keluarkan ayam dari peti sejuk dan biarkan ia ke suhu bilik.
3. Bakar ayam di dalam ketuhar yang sudah dipanaskan 180C selama 45 minit, dengan membalik-balikkannya setiap 20 minit.
4. Saji ayam bersama daun salad, timun, tomato, kentang, lemon dan daun pudina.

Lain-lain resipi klik disini

Tabung bantuan Adik Nik Madihah, Pelajar Cemerlang SPM 2008


Nik Nur Madihah bersama ibu bapanya Nik Mohd. Kamal Hussien dan Mariani Omar di rumah mereka di Kampung Parang Puting, Pengkalan Chepa, Kota Bharu, semalam. – UTUSAN/Hafiz Johari
Tabung bantuan Adik Nik Madihah, Pelajar Cemerlang SPM 2008

Tersentuh hati kecil aku bila terbaca utusan meloya online (free je) pagi ni ttg sebutir permata negara yg mampu terhasil dari sebuah rumah yg agak usang (siap gambo skali).

Malah lebih menusuk hati....permata negara ini lahir dari sebuah sekolah agama rakyat yg dicanang2kan sebagai 'menzalimi' pelajar, yg tiada masa depan, yg serba ketinggalan, yg tak canggih dll oleh puak2 satu lagi tu.

Dengan ini ambo mengesyorkan pada TKO agar dapat melancarkan tabung kutipan bagi membantu Permata Negara ini dalam meneruskan kecemerlangan beliau dalam bidang akademik. Beliau telah membuktikan bahawa miskin bukan penghalang bagi mencipta kejayaan. Malah SEKOLAH SAR juga mampu melahirkan PELAJAR TERBAIK NEGARA

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sebagai anak nelayan, bagaimana kehidupan saudari?

Kehidupan kami sekeluarga amat sukar, kadang-kadang tidak ada makanan. Oleh itu, sejak tahun enam saya mengamalkan puasa sunat pada setiap hari Isnin dan Khamis.

Secara purata saya akan membawa wang poket tidak sampai RM1 malah kadang-kadang tiada wang untuk makan di sekolah kerana wang yang diberikan oleh ayah hanya cukup untuk tambang bas ke sekolah kira-kira RM4 untuk pergi dan balik.

Di sekolah saya hanya makan roti atau bawa bekal nasi goreng. Saya menerima semua ini dengan reda kerana faham ayah tidak mempunyai pendapatan tetap secara purata sekitar RM500 - RM700 sebulan.

Bagaimana saudari belajar dengan keadaan rumah yang sempit dan kurang selesa ini?

Saya belajar di ruang tamu, Alhamdulillah tiada gangguan kerana tiga adik saya sudah besar dan dua daripadanya tinggal di asrama.

Adakah saudari merasa rendah diri berbanding rakan-rakan lain yang lebih selesa dan mewah di sekolah?

Tidak, malah saya menjadikan ia satu cabaran untuk mengubah kehidupan keluarga kami.

Kehidupan yang sukar terutama ketika musim tengkujuh atau bot ayah rosak menjadikan saya lebih insaf untuk berusaha bersungguh-sungguh. Pada ketika ayah tidak dapat ke laut, kami hanya makan nasi berlauk telur goreng.

Kenapa tidak tinggal di asrama dan adakah saudari mendapat kemudahan biasiswa?

Kalau tinggal di asrama kos lebih tinggi, lagi pun saya lebih selesa dan tenang belajar di rumah kerana tiada gangguan walaupun rumah tidak sebesar mana.

Saya tidak pernah mendapat biasiswa dari mana-mana agensi cuma sumbangan yang diberikan oleh guru-guru melalui Cikgu Razali sebanyak RM200 sebulan.

--------------

Congrats Madihah!

I am very proud and extremely touched by your achievement. You did not allow poverty to affect your schooling. I hope you will get the success that you deserve one day, and help your parents out of the vicious poverty circle.

Your teachers also deserve the recognition. They went out of their way to collect RM200 per month for you out of their own pockets - they understand your pain and suffering!

Where is the financial assistance from the federal government for this brilliant kid? It is not as if she had not performed before academically - she was one of the top performers for PMR 2006!

The state government funds this religious school, without any aid from the federal government. Year in and year out, it churns out some of the best Malay students in this country. Yet, the UMNO-led federal government is more interested in helping out SJK Cina and Tamil or sending a tourist to the moon.

Madihah is a success story, but for every Madihah, there are 1,000 failures in the rural Kelantan. I should know, I came from that area.

Jumaat, Mac 13, 2009

Baraka Nilai Penangkapan Politik Hambat Dialog


Baraka Nilai Penangkapan Politik Hambat Dialog
[ 12/03/2009 - 11:41 ]

Damaskus – Infopalestina: Ali Baraka perwakilan Gerakan Hamas di Damaskus menegaskan bahwa penangkapan politik terhadap kader-kadernya di Tepi Barat adalah salah satu faktor yang menghalangi keberhasilan dialog Palestina di Kairo. Pada saat yang sama ia menekankan bahwa gerakan Hamas tetap bersikukuh agar kesepakatan yang diambil bersifat komprehensif yang mencakup semua masalah yang sudah diusulkan.

Berkaitan dengan penangkapan politis, Baraka mengatakan kepada Infopalestina kemarin Rabu bahwa ini adalah titik penting yang mungkin menjadi factor penghalang dari penandatanganan kesepakatan final. Terutama karena di sana ada ratusan tahanan dari Hamas di Tepi Barat dan hingga sekarang pemerintah Palestina di Tepi Barat terus mengejar kader-kader Hamas di sana dan bahkan itu berlangsung setiap hari.

Barakat menilai bahwa tindakan otoritas Palestina mengejar-ngejar kader dari gerakan Hamas sampai saat ini merupakan bentuk kemitraan antara otoritas dengan Negara Zionis dalam aksi penangkapan terhadap perlawanan dan mereka ingin menghancurkannya di Tepi Barat. Ia mengisyaratkan bahwa masalah merupakan indikator negatif tidak yang tidak berpihak kepada dialog Palestina.

Di sisi lain, dia menekankan gerakannya mendesak agar kesepakatan yang akan dicapai di ibukota Mesir bersifat komprehensif. “Kami ingin kesepakatan komprehensif yang mencakup semua masalah dialog Palestina sebagai satu paket dan kami menolak menandatangani perjanjian parsial yang menjamin masalah pemerintahan dan rekonsiliasi, sementara masalah PLO ditinggalkan misalnya". Tukas Barakat.

Dalam konteks yang sama ia mengatakan bahwa gerakannya menyampaikan persetujuannya terhadap pelaksanaan kesepakatan secara bertahap dengan syarat semua pihak menerapkannya dalam waktu sama. Ia mengatakan "tidak ada penghalang dalam pelaksanaan perjanjian kesepakatan secara bertahap, namun kami berkeras agar kerja terhadap semua masalah dilakukan pada saat yang sama secara paralel.

Ia mengisyaratkan bahwa kendala yang dihadapi oleh beberapa komite (panitia dialog) karena adanya penghalang bagi Komisi Pemerintah dan Komisi Pemilu untuk memulai kerjanya. Di samping itu ada penghalang yang dihadapi Komisi PLO. (bn-bsyr)

“Komite Pembuktian” Tuntut Kejahatan Perang Israel


“Komite Pembuktian” Tuntut Kejahatan Perang Israel
[ 12/03/2009 - 11:47 ]

Gaza – Infopalestina: Komite Pusat Dokumentasi dan Pengajaran Penjahat Perang Israel “Tautsiq” menegaskan bahwa pihaknya hendak mengajukan tuntutan ke pengadilan nasional khusus di sejumlah Negara dunia untuk mengejar penjahat perang Israel yang melakukan kejahatan perang di Jalur Gaza baru-baru ini.

Ketua Komisi untuk Zia Madhoun dalam pernyataannya kemarin Rabu (11/3) yang diterima salinannya oleh Infopalestina bahwa komisi hingga saat ini berhasil membuktikan lebih dari 1000 kejahatan yang dilakukan oleh penjahat Israel terhadap hak sipil Palestina dalam rentang antara antara 27 Desember 2008 hingga akhir Januari 2009.

Madhoun meengaskan bahwa aturan hukum ini berlaku di banyak negara di dunia; dimana warga Palestina berhak mengajukan tuntutan hukum dan proses peradilan terhadap para pemimpin penjajah Israel, para elitnya dari penjahat perang kepada pengadilan yang memiliki kaitan dengan kasus ini di banyak negara di dunia. Sehingga penjahat perang itu akan terkena vonis hukuman di beberapa negara.
Madhoun menyatakan bahwa Komite yang dibentuk oleh pemerintah Palestina di Gaza kini sedang bekerja melalui tujuh divisi yang dibentuknya menghimpun bukti-bukti kejahatan Israel dan saksi-saksi korban sipil untuk diajukan kepada pengadilan sipil yang berwenang. Ia menegaskan bahwa komite ini terdiri dari sejumlah divisi kerja; dokumentasi dan pembuktian, pembuktian secara rinci dari sisi hukum dan teknis, melakukan kontak dengan organisasi-organisasi internasional, melakukan kontak dengan pemerintah, informasi-informasi dan bantuan hukum, media, dan sistem informasi dan arsip.

Madhoun menegaskan bahwa Komisi kini sudah mengontak "Organisasi Keadilan Satu” Eropa yang terdiri dari 340 lembaga internasional untuk menggulirkan kasus kejahatan Gaza secara internasional dan memberikan sanksi kepada Israel dan elit-elitnya yang melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina.

Madhoun memberikan apresiasi kepada sikap Iran yang menyerukan kepada polisi internasional "Interpol" agar menangkap 25 pemimpin Zionis Israel karena mereka adalah penjahat perang dan menyerahkannya kepada Iran untuk diadili terkait dengan kejahatan terhadap rakyat Palestina. (bn-bsyr)

Sumber: Faksi Palestina Sepakati Bentuk 3 Badan Anti Korupsi dan Jaga Senjata Perlawanan


Sumber: Faksi Palestina Sepakati Bentuk 3 Badan Anti Korupsi dan Jaga Senjata Perlawanan
[ 12/03/2009 - 11:59 ]

Gaza – Infopalestina: Sejumlah sumber menegaskan bahwa situasi positif mewarnai kerja lima komisi dialog nasional Palestina; komisi keamanan, rekonsiliasi, pemerintah, PLO dan pemilu yang kini sedang berlangsung di Kairo Mesir sebab ada konsensus mengenai sejumlah masalah dan adanya tujuan serta niat untuk rekonsiliasi.
Pemimpin Gerakan Jihad Islam, Dr. Yusuf Jamil mengungkapkan adanya kristalisasi semi kesepakatan antar faksi-faksi Palestina di Komisi Keamanan untuk membentuk tiga badan yakni; Badan Keamanan Internal (yang mencakup polisi dan pasukan pertahanan sipil), Keamanan Eksternal (intelijen), Keamanan Nasional (mencakup pasukan pengaman Presiden dan PM, pasukan penjaga perbatasan dan perlintasan).

Yousef juga mengatakan kepada surat kabar Mesir Al-Ahram yang terbit hari Kamis ini (12/3) bahwa anggota faksi-faksi Palestina di Komisi Keamanan tidak berselisih pendapat mengenai tugas badan keamanan dalam memerangi korupsi, memerangi kejahatan, dan melindungi senjata perlawanan Palestina. Dalam sidang pertama mereka sudah menyepakati dua poin utama; yaitu penolakan penangkapan berlatar belakang politik dan penolakan koordinasi keamanan dengan Israel.
Di sisi lain, Mustafa Barghouti, Sekretaris Jenderal Prakarsa Palestina yang terlibat dalam dialog Palestina di Kairo mengungkap keyakinannya bahwa akan ada kesepakatan antara faksi-faksi Palestina yang melakukan negosiasi yang akan dicapai pada akhir Maret 2009 ini.
Barghouti menegaskan bahwa kini sudah dicapai kesepakatan pada sejumlah poin penting. Ia mengisyaratkan bahwa dirinya ingin semua faksi Palestina mencapai kesepakatan yang kuat yang bisa mewujudkan harapan rakyat Palestina dalam hal persatuan.

“Saya melihat jelas ada kemajuan dalam lima komisi yang sudah bekerja ada masalah yang perlu diatasi dan kita tidak ingin “memanjat” atau melompati masalah-masalah yang dibahas. Sebab pihaknya ingin mencapai kesepakatan yang mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh rakyat Palestina yakni kesatuan nasional dan membebaskan blockade dari Jalur Gaza.” Tegas Barghoti. (bn-bsyr)

Pengakuan Israel, Mereka akan Terhapus


Pengakuan Israel, Mereka akan Terhapus
[ 12/03/2009 - 12:57 ]

Sabreen Dayyab
Harian Al-Quds al-Arabi
Yang mengkhawatirkan Organisasi Zionist Internasional dari Negara Israel adalah karena posisi Israel dan zionis sudah mengalami penurunan di seluruh dunia dalam skala besar bahkan di negara-negara dimana pemerintahannya dan opini publicnya mendukung Israel baik dari sisi politik, materi dan ideology. Yang mereka khawatirkan bukan karena menurunnya solidaritas dunia kepada Israel dan kejahatannya namun karena meluasnya kecaman dunia terhadap kejahatan Israel setelah terungkap kedoknya. Negara yang mengaku demokratis itu terhadap terhanya sangat jahat dan sadis terhadap bangsa Arab yang mereka ingin lenyapkan dari eksistensinya.

Sudah terungkap kedok “penyesatan opini Israel” terutama setelah terungkap data-data menunjukkan bahwa mereka berdiri di atas darah dalam perang imperialisme terhadap gerakan pembebasan Arab. terutama kejahatan dan pembantuan yang mereka lakukan baik oleh pasukan atau warga pemukim Israel di wilayah-wilayah Palestina.

Darah rakyat sipil Palestina di Jalur Gaza dan ribuan korban meninggal dan luka-luka lainnya dari anak-anak, wanita, lansia tidak akan membeku kecuali jika Israel lenyap. Tindakan diskriminatif mereka selama 60 tahun terhadap rakyat Palestina, warga asli semakin meyakinkan dunia bahwa bahwa ideology dan tindakan penguasa di Israel adalah “gerakan rasisme yang menebar kejahatan”.

Untuk mengconter meluasnya kutukan dan kecaman dunia terhadap mereka, Pemerintah Zionist Israel mendapatkan jawabannya dengan cara melakukan opini balik membela diri. Mereka menuding balik siapa saja yang mengecam politik Israel bahwa dia anti Semit, anti Yahudi dan anti "Israel". Namun tetap saja tindakan anti kemanusiaan zionis di Palestina menurunkan kedudukan Israel. Ini yang membuat khawatir biro-biro yahudi di dunia. Inilah yang ditegaskan oleh Ketua Badan Yahudi Dunia Zeev Beleski masa jabatannya berakhir Februari 2009 ini dimana ia menulis di koran Yediot Aharonot awal Maret lalu dengan judul "Bangsa yang Akan Hilang di Tengah Jalan”. Menurutnya hilangnya yahudi itu bukan karena menurunnya jumlah karena dikejar-kejar karena hukum atau gerakan anti semit atau rasis. Namun hilangnya Israel itu karena “pembauran Yahudi dengan bangsa lain” melalui perkawinan campuran sehingga memperkecil jumlah yahudi berdarah asli. Ia mengungkapkan data pembauran itu di Amerika Utara hingga 50%, di Inggris dan Perancis 40%, 45% di Brazil dan di Argentina, dan 80% di Rusia!

Hubungan orang-orang Yahudi yang diaspora dengan organisasi Zionis mengalami penurunan drastic. Di Amerika kurang dari 50% orang-orang tidak terkait dengan dengan organisasi Yahudi, 60 % dari yahudi Amerika utara tidak pernah berkunjung ke Israel meski hanya sekali. Bahkan mayoritas Yahudi di sini tidak meyakini bahwa Israel sebagai kendaraan untuk menentukan identitas mereka. Ketika 60 tahun lalu Israel terbentuk warga Yahudi dunia meyakini ini sebagai capaian mereka, namun kini keyakinan ini semakin luntur. Kebanyakan Yahudi dunia terutama di Amerika utara kini lebih loyal kepada Negara tempat tinggal mereka dan bukan kepada Israel. Mereka adalah generasi kedua dan ketiga yang dilahirkan di Amerika dan tidak memperoleh pendidikan Yahudi yang hakiki dan tidak bisa berbahasa Ibrani. Mantan Ketua Organisasi Yahudi ini Zeev Beleski menilai bahwa untuk menghadapi ini Israel bertanggungjawab menjamin tetapnya bangsa Yahudi yang diapora. Yang menjadi krisis sekarang adalah hubungan Israel dan yahudi diaspora sekarang.

Namun Zeev tidak menyentuh akar krisis itu sekarang. Sebab antara artikel-artikel Israel dan data yang ada di lapangan menunjukkan kontradiksi. Politik jahat pemerintah penjajah Israel semakin meyakinkan bahwa Negara Israel adalah tempat paling tidak aman bagi Yahudi dan semakin tidak benarnya pernyataan Israel soal penghimpunan Yahudi di Israel untuk menyelamatkan mereka dari tekanan dan rasisme serta gerakan anti Semit.

Tindakan rasialisme Israel yang memusuhi kemanusiaan, keadilan sosial, kemerdekaan bangsa adalah identitas asli pemikiran gerakan zionisme yang tidak mungkin menjadi daya tarik atau dukungan bagi mereka. Baik dari Negara merdeka dunia atau bahkan dari biro-biro Yahudi di dunia. Inilah penyebab sesungguhnya menurunnya pamor Israel, bukan seperti yang diungkap oleh Zeev Beleski. (bn-bsyr)

*Kolumnis Palestina

Barhoum: Dialog dan Penangkapan Politik di Tepi Barat Tidak akan Bertemu


Barhoum: Dialog dan Penangkapan Politik di Tepi Barat Tidak akan Bertemu
[ 12/03/2009 - 11:01 ]

Kairo – Infopalestina: Juru bicara Gerakan Hamas, Fawzi Barhoum menegaskan bahwa ada pertemuan marathon antara faksi-faksi Palestina di Kairo di bawah maintains sejumlah tokoh Mesir yang berpengaruh untuk mencapai kesepakatan rekonsiliasi dan membahas lima masalah yang sudah disepakati untuk dibahas. Ia mengisyaratkan bahwa bahwa terdapat banyak kesulitan dalam melakukan dialog nasional terutama masalah tahanan politik di Tepi Barat di tengah eskalasi represif pasukan keamanan di Ramallah yang berada di bawah intruksi Mahmoud Abbas yang jabatan presidennya sudah berakhir.

Barhoum mengatakan dalam sebuah pernyataan persnya bahwa lima komite yang bertugas mendiskusikan semua masalah yang telah disepakati, yaitu, keamanan, pemerintah, organisasi PLO, pemilu, rekonsiliasi, dan ada pertemuan maraton dengan dimaintaines oleh Mesir dan dengan keberadaan Komite Tinggi Faksi-faksi Palestina yang terdiri dari ketua dan delegasi. Dan kini sudah dimulai untuk memecahkan setiap masalah secara terpisah untuk mencapai konsensus.
Barhoum mengatakan bahwa terdapat beberapa masalah yang mudah dan kesepakatan telah dicapai dalam beberapa masalah. Namun ada sejumlah poin yang sementara ada komplikasi dan kesulitan yang memerlukan maintenes yang lebih besar terutama masalah keamanan kemudian masalah pemerintah dan referensi, fungsi dan wewenangnya.

Barhoum menekankan bahwa satu-satunya kendala yang mengancam dialog nasional adalah penangkapan politik di Tepi Barat, khususnya aksi penangkapan terakhir yang jumlahnya 39 orang kader Hamas ditangkap dalam satu satu hari. Ia meminta kepada gerakan Fatah untuk menjelaskan sikapnya dari penangkapan itu.
Dia menambahkan, dialog tidak akan bisa bertemu dengan aksi penangkapan. Karenanya, gerakan Fatah harus menjelaskan sikapnya terhadap aksi penangkapan di Tepi Barat dan bekerja untuk mencegahnya. Jika mereka tidak bisa mencegahnya maka mereka harus menjelaskan siapa yang bertanggung jawab atas penangkapan itu yang mengganggu dialog nasional. (bn-bsyr)

Video Pak Lah & Anwar Bersama Syeikh Mahmud

Video Pak Lah & Anwar Bersama Syeikh Mahmud

Orang kata ARTIKEL NI TIPU!!!
Ni dia Video-nya.



VIDEO-Kegagalan Kereta Kebal Merkava Milik Israel!

VIDEO-Kegagalan Kereta Kebal Merkava Milik Israel!

Merkava merupakan kereta kebal kebanggaan Israel laknatuLlah. Dokumentari tentang Merkava yang sangat menarik untuk ditonton. Terima kasih pada blog Malaysia Defense.

BAHAGIAN PERTAMA

BAHAGIAN KEDUA

BAHAGIAN KETIGA

BAHAGIAN KEEMPAT

Gambar- Para Syuhada Gaza Tersenyum (Tambah Video)

Gambar- Para Syuhada Gaza Tersenyum

Alangkah agungnya seorang yang syahid… Di akhirat dia memperoleh kebesaran luar biasa. Dia tidak meninggalkan dunia ini kecuali dengan barisan yang mulia. Manusia menangis, sedangkan syahid tersenyum…

Kegembiraan melihat tempat tinggalnya di syurga mengukir senyum di bibir sang syahid, seperti yang kita lihat para Syuhada Gaza berikut ini:








Sumber

Baru.... Video mengenainya:

Khamis, Mac 12, 2009

Sheikh Ahmed Hoosen Deedat, 1918 - 2005.

Sheikh Ahmed Hoosen Deedat, 1918 - 2005.

Ahmad Deedat dianugerahkan Allah dengan kepintaran yang tinggi dan luar biasa dalam ilmu comparative religion dan beliau seorang hafiz al-quran dan turut menghafaz lebih dari 8 versi bible. Beliau juga mampu bertutur dengan fasih lebih dari 10 jenis bahasa dunia.

Saya merasakan amat beruntung sekiranya Saudara/ri dapat menonton perdebatan agung ini kerana kandungan ilmunya boleh diperturunkan kepada cucu cicit sehingga hari kiamat. Juga ianya amat sesuai dikongsi bersama saudara mara dengan harapan tiada lagi yang menjadi MURTAD

Melalui debat ini juga kita jelas dapat melihat kekuatan al-Quran sebagai mukjizat yang terpelihara sehingga hari kiamat, dengan kekuatan bahasanya tanpa sebarang kesilapan grammar dan kekuatan isinya disebalik bahasanya, jelas sekali tidak seperti Bible yang diselewengkan.

Ulama Ahmad Deedat telah berjaya mengIslamkan bukan sahaja penganut Kristian malahan juga ramai paderi kristian seluruh dunia dengan kepintarannya membuktikan pemalsuan teks kitab bible.

Beliau telah berdebat dengan ramai ketua paderi besar dunia, di antaranya ketua paderi USA, Kanada, Australia dan Sweden dan sehingga ke hari ini telah ramai orang kristian yang meragui kesahihan isi kandungan Bible setelah mendengar hujahnya yang jelas, jitu dan realistik.

Sehingga ke hari ini penjelasan beliau tidak mampu disanggah dengan hujah yang tepat oleh golongan muktabar kristian.

Ahmad Deedat dianugerahkan Allah dengan kepintaran yang tinggi dan luar biasa dalam ilmu comparative religion dan beliau seorang hafiz al-quran dan turut menghafaz lebih dari 8 versi bible. Beliau juga mampu bertutur dengan fasih lebih dari 10 jenis bahasa dunia.

Ketika akhbar2 arus perdana memuatkan bahagian hadapan akhbar dengan berita kelahiran seorang artis baru yang dikaitkan dengan latar belakang agama, ramai yang tidak tahu bahawa dunia telah kehilangan seorang pejuang Islam yang telah memberi sumbangan yang besar kepada menyampaikan dakwah dan mematahkan dakyah sepanjang hidupnya.

Pada 8 Ogos lepas, Sheikh Ahmed Hoosen Deedat, 87, telah menghembuskan nafasnya yang terakhir, beriringan dengan radio di rumahnya yang ketika itu sedang mengalunkan bacaan surah Yaasin.

ikhlas dari http://iliyas.com

ARKIB BERITA

JOM MELAWAT NEGARA ARAB

MESIR-CAIRO EGYPT
EGYPT - new vision 1
EGYPT - new vision 2
Egypt 1 - Cairo
Egypt 2 - Alexandria & Siwa Oasis
Egypt 3 - Nile Cruise
Egypt 4 - Aswan & Abu Simbel
Cairo-Egypt- مصر- القاهره
Beauty of Egypt
Street Food-Cairo-21 July 8-Part 1
Street Food-Cairo-21 July 8-Part 2
Tips for Traveling to Taba, Egypt
Travel Tips for Cairo
Cairo 2008
Alexandria
Alexandria Streets, Egypt
SAUDI ARABIA
WELCOME TO SAUDI ARABIA
saudi arabia short documentry
Saudi Culture Janadreia Full
Beautifull Saudi Arabia
Saudi Arabia: Building for the future
The Kaabah in Mecca, Saudi Arabia
Masjid Nabawi
Inside Masjid an Nabi - History Part 1of 2
Inside Masjid an Nabi - History Part 2of 2
The History of the Prophet's Mosque (1)
A History of the Prophet's Mosque 2 of 2
History of Madina - part 1/3 (Arabic)
History of Madina - part 2/3 (Arabic)
History of Madina - part 3/3 (Arabic)
YAMAN
WELCOME TO YEMEN
Life in Yemen
Sanaa City, Capital of Yemen صنعاء اليمن
Yemen - Kawkaban and Marib
QATAR
WELCOME TO QATAR
The Pearl Qatar - Riviera Arabia
Qatar Tourism "Heart of the Gulf"
Insider Travel Information on Doha
U.A.E.
Welcome to Dubai
Welcome to Dubai 1
Welcome to Dubai 2
Welcome to Dubai 3
Welcome to Dubai 4
Burj Dubai Armani
Dubai Asmaran Bawadi
Burj Dubai History Rising
Dubai World Islands
The best buildings of this world
Burj Al Arab-World's only 7star hotel
AMAN JORDAN
" Welcome to Jordan!"
Welcome to Jordan - (1)
Welcome to Jordan
Killing The Dead Sea - Jordan
Welcome to Jordan! (3:43)
WELCOME TO JORDAN
Ziarah Amman, Jordan
BAHRAIN
The Kingdom of Bahrain
A tour in City Center Mall Bahrain
Bahrain Tour Slideshow
KUWAIT
Kuwait City, مدينة الكويت,
Kuwait Liberation - English Version
New Kuwait City
IRAQ
The Beautiful iraq
Beautiful Iraq before the War
Beautiful Iraq
OMAN
Beautiful Oman
Oman - Muscat
Muttrah Souq Muscat Oman
Muscat - Capital of Oman
Visiting Oman
LEBANON
Welcome To Lebanon
Beirut, Lebanon
Beautiful Lebanon
4 days in Lebanon
Beirut- Lebanon- لبنان - بيروت
Lebanon, the Pearl of the Middle East
Lebanon-beautiful country in the world
SYRIA
Welcome to SYRIA
Welcome to Syria
Syria The Beautiful
Syria: Tourist Attractions
Syria: Damascus
Damascus, Syria
New Path to Damascus - Syria
PALESTINE
Baitulmaqdis Masjidil Aqsa 01
Baitulmaqdis Masjid Aqsa Zikir & Selawat 02
B. Maqdis Dome Of The Rock 03
B. Maqdis Maqam N. Daud & N. Musa 04
B. Maqdis Laut Mati & Maqam N. Shueb 5
Baitulmaqdis Ashabul Kahfi 06
MOROCCO
Welcome to Morocco Part 1
Welcome to Morocco Part 2
Welcome to Morocco Part 3
Welcome to Morocco
Welcome to Morocco
Casablanca Morocco
King Hasan Mosque - Casablanca (Morocco)
Inside the King Hassan II Masjid-Casablanca

CARIAN DALAM BLOG INI


powered by FreeFind

CARIAN KE WEB LAIN